Di bulan ini, diperingati hari Kesehatan Nasional pada tanggal 12 November dan hari Diabetes Sedunia pada tanggal 14 November. Anda mungkin sudah tahu jika pola makan berpengaruh pada kesehatan kulit. Namun tahukah Anda kaitan konsumsi gula dengan kondisi kulit?

Kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung merupakan beberapa risiko yang mungkin dialami bila mengonsumsi gula berlebihan. Risiko lain yang kurang disadari adalah pengaruhnya pada kesehatan kulit.

Kulit Dapat Lebih Cepat Menua
Salah satu risikonya adalah kulit lebih cepat tua. Saat gula menyatu dengan protein di dalam tubuh, akan terbentuk senyawa bernama Advanced glycation end products (AGEs). Senyawa ini akan merusak kolagen dan elastin.

Padahal, kolagen dan elastin merupakan protein yang menjaga kulit tetap kenyal serta awet muda. Akibatnya, muncul penuaan dini seperti kulit kendur dan kerutan.

Memicu Jerawat
Makanan dengan kadar gula yang tinggi akan meningkatkan level gula darah dan insulin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan hormon androgen dan produksi minyak di kulit.

Konsumsi gula yang tinggi juga berisiko memicu peradangan, yang erat kaitannya dengan jerawat. Maka tak heran, jika sebagian orang berjerawat setelah mengonsumsi makanan manis berproses.

Memperparah Kondisi Kulit Tertentu

Inflamasi karena makanan manis juga dapat memicu kambuhnya atau memperparah peradangan kulit yang sedang dialami seperti eksem dan psoriasis. Kedua kondisi ini ditandai dengan adanya peradangan di kulit.

Semakin banyak makanan manis berposes yang dikonsumsi, maka kemungkinan terjadi inflamasi semakin tinggi. Alasan ini yang menyebabkan sebagian penderita eksem dan psoriasis selektif dalam memilih makanan.

Untuk mencegah berbagai risiko di atas, pastikan Anda membatasi konsumsi gula. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

- Pilih makanan atau minuman kemasan dengan kadar gula yang lebih rendah.

- Ganti camilan manis yang diproses dengan makanan manis alami seperti buah-buahan.

- Kurangi gula pasir saat memasak atau membuat makanan sendiri. Anda juga bisa mengganti gula pasir dengan pemanis alami seperti madu tanpa pemanis buatan.

- Pastikan mengonsumsi makanan tinggi protein setiap kali makan. Berdasarkan penelitian, protein membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Protein juga mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

- Rencanakan makanan yang akan dikonsumsi ataupun ketika berbelanja makanan. Tips ini akan membantu mengurangi tindakan impulsif memilih makanan manis.

- Membuat buku harian makanan. Catat makanan apa yang dikonsumsi dan reaksinya di kulit. Cara ini akan membantu Anda mengetahui makanan manis yang berdampak langsung bagi kulit.